Jikalau anda hobi menonton televisi pasti anda akan asal menonton saja apa acara televisi yang anda tonton tanpa memikirkan kandungan dari acara itu. Nah, acara televisi yang populer di kalangan remaja khususnya pelajar di Jakarta, Indonesia (bagi anda yang tidak memakai televisi berlangganan di Indonesia semacam Indovision, Aora TV, TelkomVision dan First Media HomeCable) adalah sinetron dan komedi. Tahukah anda, efek dari acara tersebut bisa menyebar kepada penonton itu sendiri. Sehingga, tak jarang jika ilmu komedi menular ke pelajar dan digunakan saat jam pelajaran berlangsung! Kalau untuk ibu dan bapak guru mungkin digunakannya untuk selingan iklan agar belajarnya jadi tidak jenuh. Nah, komunitas yang beranggotakan pelajar yang serius mengikuti pelajaran di sekolah yang diberi nama “be a serious student in the school” melakukan pemantauan di sejumlah SD, SMP dan SMA di Jakarta. Ditemukan ada sekitar 60-70% pelajarnya melawak di saat jam pelajaran berlangsung. Hal tersebut dilakukan di SD, SMP dan SMA yang belum menjadi SSN (Sekolah Standar Nasional) dan bahkan SSI (Sekolah Standar Internasional). Lain halnya dengan SMP Negeri yang sudah SSN dan SSI seperti SMPN 177 di Bintaro, Jakarta Selatan, SMPN 19 di Mayestik, Jakarta Selatan, SMPN 161 di Tanah Kusir, Jakarta Selatan dan SMPN 1 di Cinere, Jakarta Timur dan di beberapa SMA Negeri yang sudah SSN dan SSI seperti SMAN 70 di Blok M, Jakarta Selatan, SMAN 3 di Setiabudi, Jakarta Pusat dan SMAN 90 di Arteri, Jakarta Selatan. Menurut salah seorang anggota komunitas yang dibentuk 1 Januari 2009 ini yang juga pelajar di Sekolah terpadu Pembangunan Jaya dan Sekolah terpadu Global Jaya di Bintaro, Jakarta Selatan, kebiasaan melawak di saat jam pelajaran berlangsung harus dihentikan karena akan membuat pelajaran menjadi terganggu dan berantakan ditambah siswanya yang berisik. Nah, bagaimana dengan ilmu sinetronnya? Tawuran yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan guru di sekolah dan orang tua adalah ilmu yang diajarkan sinetron karena kebanyakan adegan sinetron bersifat kekerasan walaupun ada juga yang romantis. Namun, kebiasaan ini juga harus dihentikan karena mengganggu waktu belajar di rumah karena sinetron tayang di saat jam belajar di rumah bagi pelajar yakni mulai pukul 18.00-22.30 WIB (11.00-15.30 GMT/UTC).
Dan berikut ini adalah sejumlah sinetron, film dan komedi yang tayang saat ini yang saya masukan ke zona merah hasil pemantauan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
Sinetron dan film remaja:
- Pernah Muda (SCTV)
- Sumpah I Luv U (SCTV)
- Cinta Fitri (SCTV)
- Cucu Menantu (SCTV)
- Lia (RCTI)
- Sekar (RCTI)
- Rafika (RCTI)
- Kasih dan Amara (Indosiar)
- Muslimah (Indosiar)
- Larasati (Indosiar)
- Monalisa (Indosiar)
- FTV Indonesia (Indosiar), karena menayangkan adegan mistis yakni siluman dan kekuatan mistis yang aneh
- Ta’aruf (TPI)
- Siapa Berani Jadi Janda (TPI)
- Sinema Romantis (RCTI)
- Bioskop Indonesia (Trans TV)
- Sinema Pagi (SCTV)
- Sinema Siang (SCTV)
- Cookies (Kumpulan Kisah Manis) (SCTV)
Komedi:
-
Abdel dan Temon (Global TV)
-
Ngelenong Nyok (Trans TV)
-
Bukan Empat Mata (Trans 7)
-
OKB (Trans 7)
-
Extravaganza (Trans TV)
-
Cagur Naik Bajaj (ANTV)
-
Akhirnya Datang Juga (Trans TV)
-
Tawa Sutra (ANTV)
-
Suami Suami Takut Istri (Trans TV)
-
Komedi Pasar Komplek (Global TV)
-
Check In Check Out (Global TV)
-
Gong Show (Trans TV)
-
Penting Banget! (Trans TV)
-
Maju Terus Pantang Mundur (Trans TV)
-
Missing Lyrics (Trans TV)
-
Happy Hour (Trans 7)
-
Happy Family Me vs Mom (Trans TV)
-
Lajang (ANTV)
-
Numpang Idup (ANTV)
-
Bodo Amat Ah… (TPI)
-
Cu..Cu (Cuplikan Lucu) (ANTV)
-
Hari Yang Aneh (ANTV)
-
Plester (Plesetan Misteri) (Trans 7)
-
Opera van Java (Trans 7)
-
Full Colour (Trans 7)
-
Ini Baru Ceriwis (Trans TV)
-
Negeri Impian (tvOne)
-
Democrazy (Metro TV)
-
Jail! (Trans TV)
-
Sketsa (Trans TV)
-
The Cofee Bean Show (Trans TV)
-
Bukan Empat Mata (Trans 7)
-
Numpang Idup (ANTV)
Dan itulah sejumlah tayangan sinetron, film remaja dan komedi yang masuk dalam zona merah KPI yang tandanya HARUS DIHENTIKAN!!!! Tunggu reaksi ketua KPI, Sasa Djuarsa Sendjaja untuk menghentikan tayangan tersebut. HIDUP KPI!!!!!