For Your Information

Everything You Need To Know

Protes Pemilu Iran

Pemilu Iran 2009 berjalan dengan tidak mulus. Pemilu yang dimenangi presiden Mahmoud Ahmadinejad ini memicu protes dari pendukung lawannya, Mir Hussein Mousavi. Ahmadinejad menang mutlak dengan 63% suara sedangkan Mousavi hanya mendapat 33% suara. Ini memicu protes dari penduduk Iran terutama yang berada di ibukota Tehran. Dalam protes ini, satu pelajar muda Iran tewas tertembak. Dia adalah Neda Soltani, pelajar muda Iran yang berusia 26 tahun yang tewas tertembak dalam kerusuhan pemilu Iran. Selain Neda, ada 6 orang Tehran lainnya yang tewas akibat kerusuhan ini. Stasiun televisi berita berbahasa Inggris milik Iran, Press TV melaporkan, sedikitnya 60% kota Tehran hancur lebur oleh kerusuhan ini. Situasi makin kacau, media asing harus meminta izin pemerintah Iran untuk meliput kerusuhan pemilu Iran dan korban pertamanya adalah BBC News dari Britania Raya. Koresponden BBC News di Tehran diusir dari Iran karena membuat berita yang dibuat-buat dan memihak kepada pendukung Mousavi dan pemrotes lainnya. Hanya CNN dari Amerika Serikat, media asing yang tersisa untuk meliput pemilu kacau di Iran ini. Buktinya, sejumlah acara di CNN International masih menayangkan kacaunya pemilu Iran begitu juga dengan CNN di Amerika Serikat yang salah sau acaranya yang berjudul “CNN Newsroom” masih menayangkan kacaunya pemilu di Iran. Jurnalis CNN, Christiane Amanpour punya segudang catatan buruknya pemilu di Iran dan juga mewawancarai khusus presiden Ahmadinejad. Beberapa waktu lalu, pemimoin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei berpidato di depan beberapa warga Tehran di slaah satu universitas di Tehran yang ditayangkan ekslusif di CNN International dan Press TV secara langsung. Dia meminta agar warga Tehran menghentikan protesnya dan rela membiarkan hasil pemilu mutlak untuk kemenangan Ahmadinejad. Tapi, warga Iran tak merespon dan malah membuat protes baru. Jalan-jalan di kota Tehran dijadikan ajang untuk protes kepada pemerintah Iran. Hampir 80% kota Tehran dikuasai pengunjuk rasa. Aksi brutal pernah dilakukan seperti pembakaran mobil dan motor, merusak mobil dan bangunan dan berujung kepada bentrok dengan polisi yang mengakibatkan satu orang tewas tertembak, yaitu Neda Soltani, pelajar muda Iran yang berusia 26 tahun. Musibah ini tentu saja menjadi pelajaran bagi demokrasi di beberapa negara lain di dunia termasuk Iran agar jangan salah memilih pemimpin yang bisa menjalankan negaranya dengan baik dan benar.

Kutipan dari CNN International dan Press TV.

24/06/2009 Posted by | Bencana, Iran, Politik | , , | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.